kutemukan kata-kataku dahulu.

telah lama aku tak membaca, dan akhirnya yang kutemukan adalah kata-kataku sendiri’….
Tanggal 8 september 2006

Kini aku dalam bayang keraguan yang maha dasyat, jejak jiwaku berdiri ini antara melangkah ke masa depan untuk meninggalkan masa lalu. Kau pasti tak mengerti apa yang terjadi.hidup telah mengalir bagai air sungai yang tenang namun daun yang hanyut pastilah akan ikut akan arus sungai itu, aku meyakini aku laksana daun itu yang tak bisa lepas dari jalan kehidupan yang telah tergariskan untukku.
Hanya saja setiap sikapku yang telah tergoreskan benar-benar semua bukan dugaanku. Tak pernah kurencanakan yang kurasakan adalah seperti ini. Cinta pun telah menjadikan aku penghianat. Aku merasa kasihan bagi siapapun nantinya yang memberi cintanya padaku sebab aku yakin cintanya pasti kubagi seribu.

Siapapun yang memberi cintanya padaku maka bersiaplah cintamu kubagi seribu.

Sungguh melelahkan……………………… sungguh kumenyesal akan apa yang akan terjadi!

Tanggal 19 september 2006

Hari ini aku mengerti bahwa keluarga terbentuk bukanlah oleh kekayaan yang disimpan tetapi bagaimana kita bisa membagi apa yang kita punya kepada pihak lain. Mengapa? Ketika kulihat ada anak miskin memberi nasi kepada anak yang lain maka dapat saya yakini siapapun yang memakannya akan terkenang seumur hidupnya. Untuk itulah perasaan yang terdalam tidak bisa diukur dari berapa banyak kita mempunyai materi. Tapi sungguh sayang…. Sebab aku lebih banyak melihat pertemanan yang dilandasi atas dasar unsur kekayaan daripada perasaan yang iklas yang Cuma hanya memberi sepiring nasi. Kau tahu keiklasan yang kau beri itu lebih panjang umurnya daripada berjutaan uang.
Aku tadi meminta nasi goreng yang sangat nikmat rasanya. Mereka bagiku laksana keluarga, walau sebernarnya darahku tak satu sumber dengan mereka. Tapi karena nasi yang mereka makan adalah tak enak mereka rasakan jika kami tak mendapat ikut untuk mencicipi maka kami patut berterimakasih pada nasi itu sebab karena nasi itulah rasa kebersamaan telah mendarahdaging karenanya. “sepiring nasi bisa membuat abadi kekeluargaan daripada kekayaan melimpah yang sebenarnya hanyalah membuat fatamorgana kehidupan”
Kehidupan yang terus saja mengalir bak sungai yang tak pernah kering menjadikan aku berusaha untuk mencari apa sebab aku jadi seperti aku yang begini ini. Aku tak pernah meminta dan mengerti dari kecil dan hingga aku yang berumur 21 tahun ini aku merasa seperti wayang dalam teater yang ternyata aku tak bisa berbuat apa-apa. Ingin sekali kulindas dunia seperti kerikil dijalanan yang membuat aku tak sempurna sebagai manusia.
Dari dulu hingga ke kini, aku tetap saja bukan apa-apa……. HUHHHH kuingin jadi waktu kawan, dan kurubah jalan hidupku dan takdir pun ada di genggamanku.

Tanggal 20 september 2006

Jika terasa hati ini mulai mengenang jejak-jejak masa silam , terlebih untuk melihat betapa lugunya hati ini pada masa lalu. Aku merasa aku telah berubah dan menjadikan aku yang kini adalah yang tidak aku inginkan. Sapaan lugu dari sesosok ibu yang telah lama kukenal menggulirkan ukiran kenangan yang pastinya tak dapat terlupakan sampai akhir hayatku ini. Sedikit aku ingin bercerita kepadamu yang cerita ini mungkin seperti kisah flim India saja, dan kuharap nantinya kisahku ini bisa engkau cerna hingga kau percaya pada apa yang aku katakana bahwa hidup itu tak seperti yang kita duga.

Aku tak tahu dari mana aku memulai tapi yang jelas ini kisah asmaraku dimasa lalu, cerita dari versi AKU yang tak tahu dari versi DIA.kadek suartiami namanya. Aku yang masih duduk di semester satu kala itu masih tak berpengalaman tentang cinta-cintaan, tapi yang jelas aku sangat mencintai seorang gadis dari batur yang sebenarnya aku sukai dari kecil sejak kelas lima SD, hmmm…. cinta anak kecil itu terpelihara hingga ia besar. Aku mengenalnya kala keluargaku ngaben di paketan dia masih kecil satu tahun masih muda dariku. Hanya saja perjalanan waktu membuat kami terpisah beberapa tahun lamanya hingga aku kelas dua SMU kami bertemu di penulisan. Sejak itu kami saling mengirim surat dia yang di bangli aku di singaraja. Surat seorang gadis SMU 1 bangli di balas dari SMU 3 singaraja dan tiap bulan seperti itu. Hingga aku tamat menapaki bangku kuliah di Universitas Udayana yang kini aku masih ada disana. Hal ini perasaan ini benar-benar tak dapat kuduga hingga sungguh membuat aku gelisah pada saat itu. Berawal dari aku yang punya HP N2100 dan nomornya 081338615773, yang kemudian aku beritahu ia pada saat aku menemuinya dirumahnya. Hingga suatu ketika Hp-ku bedering dan ia ternyata telah mempunyai Hp juga tiap hari kami sms-an saling telpon jika salah satu tak punya pulsa pokoknya kami sangat-sangat dekat laksana ia selalu ada didekatku saja. Ketika perasaan yang sebenarnya ingin kuletuskan masih saja kukekang karena takut ia menolakku, aku hanya bisa memberi perhatian yang TUUUULUUUUS kepadanya, aku yakin dia tahu itu. Hingga suatu ketika datang sms yang mengatakan dia sayang aku. Seperti apa perasaanku aku atak bisa ejlaskan langsung kubalas “aku juga sayang kamu”. Andai saja tak ada sms dari dia mungkin badai cintaku padanya tetap kukurung dalam hati. Namun segera ia menelpon aku dan mengatakan bahwa itu temannya yang buat bukan darinya sontak aja aku malu. Dia minta maaf dan kuterima. Tapi laksana layangan yang outus tak bisa kuambil lagi kata-kata yang kuucapkan tak bisa ia tarik lagi maka aku langsung meletuskan api asmara dan kuhempaskan badai cintaku dan kubilang bahwa aku sangat mencintainya.3 hari aku menunggu dan tanggal 10 desember 2003 ia resmi jadi kekasihku. Asal kau tahu sangat panjang perjuangannya hingga memdapatkannya. Kisah kami pun berjalan aku mulai sering kerumahnya kami saling dekati tapi sampai kini kutegaskan bahwa tak sedikitpun aku menyentuh bagian dari tubuhnya karena aku takut cintaku itu dinilai sebagai nafsu belaka. Tahun baru 2004 kami habiskan untuk saling telpon. Hingga suatu ketika prahara mulai mengerogoti kisah kami. Ia menceritakan bahwa Bapaknya menjodohkan kakaknya Gede Sugindra sama adikku yang sering kuajak kesana komang, dan etrnyata Gede memang suka sama Komang. Hal ini menbuat kekasihku bimbang dan menjadi ragu sedangkan perasaanku semakin menggebu-gebu saja. Karena kasus ini aku jadi kasihan pada kekasihku dan tak mau cintaku hilang jadi bapakku yang tahu akan kasus ini mengambil tindakan cepat. Yaitu NGIDIH Ami untuk menjadi istriku. Sekarang aku tertawa anak ingusan yang belia seperti aku dulu telah melamar seorang gadis untuk jadi istri. Tapi begitulah bapakku ia haynya ingin terbaik untuk anaknya. Dan seperti yang akan kita tahu bapaknya Ami pasti tak bisa mengelak. Jadi apa yang terjadi Bapaknya Ami masih tak menyerah hingga suatu ketika Ami bilang bahwa Ia tertekan. Kisah ini masih panjang tapi tak bisa kutulis dalam satu hari ini, mungkin nanti, besok atau waktu memberi kesempatan padaku untuk menuliskan cerita ini lagi padamu.

Tanggal 28 september 2006

Maaf terlalu lama aku menunda ceritku kepadamu, sebenarnya aku sudah malas untuk bercerita tentang ini lagi, tapi taka pa-apa jika ingin bercerita lagi agar nanti dapat dibaca lagi.

Aku merasa pada saat itu Ami dari hari kehari semakin berubah. Sikapnya tidak semanis sebelumnya. Bapakku yang amat sayang padanya dia acuhkan pada saat dipanggil ke penelokan untuk bersantai padahal jarak dari rumahnya hanya 2 KM, karena hal itulah bapakku kesal dan hari itu juga bapakku ke rumah Me Su wanita yang kusebut awal kubercerita itu. Disana bapakku bilang bahwa Ami dikembalikan, ikatan antara aku dan dia diputus oleh bapakku. Aku sebenarnya sangat mencintai Ami tapi sikapnya kepada bapakku juga membuat aku kesal sehingga membuat aku juga menerima keputusan bapakku itu.

Tapi sikap ami tetap saja tak berubah, ia tetap dingin menghadapi masalah diantara hubungan kami yang semakin meruncing. Hingga kami saling telpon dan kami sepakat untuk jalan seperti biasa tapa harus ada campur tangan orang tua. Namun hari berjalan dan hubungan kami semakin tak menentu, ini dikarenakan ia tak mau menerima telponku. Terus saja seperti itu sehingga pikiran negative bergemuruh di kepalaku. Hingga tanggal 10 februari ia menyatakan untuk putus denganku, aku tak tahu mengapa yang jells ia pada saat itu sangat jahat padaku. Tapi atas saran temenku ia jadi tak putus denganku tapi semakin lama semakin aku tahu ia memang tak pamtas mendapat cinta suciku karena sikap yang punyai bukanlah sebagai wanita bagiku. 13 februari kemudian aku ke bangli mencarinya 2 jam aku mncarinya dengan penuh perjuangan dan rasa rindu yang mendalam, tetapi sesampainya aku disana aku ditemuinya dengan sikap yang tak kukenal darinya (laksana Ami itu bukanlah Amiku).

Kamipun berjanji pada saat itu untuk bertemu mengambil daftar orang yang membantuku pada saat ULTAHku tahun 2003 hari rabunya 17 februari satu hari sebelum ultahku. Dan hari rabu itu adalah hari terakhir dari kisah cinta kami, di kostku hari itu kumendapat sms darinya katanya ia tidak bisa mengambil apa yang kepan dan dengan alas an yang tidak jelaspun ia tidak menghormatiku di hari ultahku. Rasanya cukup sudah beban ini dah kuputuskan ia saat itu juga dan akhirnya seperti yan aku tahu ia pasti mau. Dan hingga kini kenangan terhadapnya tetap ada, ia laksana motivtor saja untuk membuktikan aku ini adalah LELAKI. Tapi sejalan waktu aku berusaha mematikan Ia di dalam hatiku.

“Jadi wahai engkau yang tahu hal ini. Yakinlah apa yang kau pikirkan di masa depan belum tentu seperti yang engkau inginkan”.

Jangan terpukau oleh khayalanmu yang menipu agar engkau tidak sakit hati karenanya.

Tanggal 3 oktober 2006

Malam ini terdengar syahdu sekali lagu bali “kena iyusan kota”, mengiringi air mataku yang hamper menetes teringat teman, dan sahabat yang terbaik yang pernah aku miliki. Ia bukanlah manusia tapi hanya seekor anjing yang bernama Junior. Aku masih melihat kala aku memejamkan mata betapa ia sangat menghaormatiku sebagai tuannya. Kira-kira 10 tahun lamanya ia hidup menemaniku dari kelas 1 smp sampai 5 hari lalu aku pulang ke buleleng (bila) telah mendengar junior telah mati karena ditembak, aku yang bukan apa-apa ini tak bisa berkata yang kutahu aku sangat menyayangi anjingku itu. Ialah yang biasa membuat aku terhibur kala aku sdih walau ia tak bisa berbicara layaknya manusia. Kini aku benar-banar sendiri yang mana aku telah kehilangan temanku yang sangat aku cintai. Aku tahu perpisahan adalah jawaban dari jodoh, tapi kenapa ini menjadi menyedihkan sekali………………………………………!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Tanggal 19 oktober 2006

Kini lagu rindu melantun sendu dalam jiwaku, entah mengapa rasa ini menusuk-nusuk kembali walau benar-benar aku tak ingin kehilangan kenangan ini. Ketika waktu menjawab hati yang merindu ini hanya lamunan yang mengalirkan air mata yang hadir. Engkau tahu?? Bahwa kini aku merasa yang dahulu lebih baik daripada sekarang. Aliran darah dan detak jantung adalah 2 hal yang menyebabkan aku terpacu dalam kehidupan tapi kini detak jantung itu hanya tersimpan dalam hati dimana dalam mata hanya dapat terlihat ketika aku terpejamkan saja. AYAH…. Aku merindu bak maha tuan aku memikul gunung. Telah kurasa hati ini tak lengkap, dan telah kumengerti aku bukanlah apa-apa. Hanya saja yang kumaksud aliran darah ini masih saja berjuang untukku dan aku telah memilki hutang yang tak bisa kubayar, ya TUHAN berikan aku suatu jiwa yang teguh dimana aku akan dapat mengikuti badai dan terjangan nafsu neraka. Kini aku ingin mengerti bahwa jawaban ini ada pada siapa? Siapa yang tahu apakah ini nestapaku? Dalam teriakan api gelora kasih merindu, kata-kata tak bisa mewakili apa yang terjadi dan cerminan hati ini hanya ada pada air mata yang kadang mengalir tatkala waktu menghendakinya. Yang aku tahu aku sebenarnya tak usah bersedih karena kesedihan dan kesenangan telah ada sebelum hal itu ada. Dan ketika aku mati nanti aku mau engkau tak menangis Karena aku pasti mati .

Tanggal 1 november 2006

Sungguh menjalani hidup ini membuatku menari dalam keheranan, satu minggu ini aku libur walau aku agama hindu tapi tetap saja di Indonesia aku minoritas hingga terkena imbas idul fitri. Dan ketika kutapaki hari-hari itu peristiwa yang “aneh” yang ada-ada saja kembali membuat aku sibuk. Ketika aku pulang dadong sopak meninggal dan penguburannya 4 harinya kemudian, habis penguburannya pamanku satu-satunya tiba-tiba sakit dan tak sadarkan diri disana saat ia melayat. Maunya aku ke denpasar menemaninya tapi pagi-pagi kudibangunkan oleh berita kematian nenekku istri dari kakekku TAWAN yang kematiannya semua menyesalkan yakni gantung diri. Habis acara itu aku ke buleleng dan nenekku harus opname di kerta usada : sakit tifus. Huh…. Baru aku kedenpasar tepatnya di sanglah disana aku menemukan keluarga lamaku yang menghilang. Dan mulai masalah keluarga memburu dan mengais isi otakku ini.
  Putra tertua dari pamanku yang sudah lama lenyap dari permasalahan hidup berkeluarga mengatakan ingin menjual semua tanah lelhurnya di Sukawana, aku tak akan menghalangi sebab kutahu dia memang tak pantas hidup di Sukawana. Hanya saja permasalahannya adalah aku melihat keturunan I NYOMAN WANDRA kakekku akan habis oleh keegoisannya itu. Padahal pengambilan hak itu harus dibarengi pelaksanaan kewajibannya yang ada tapi… aku akan tertawa dan mempersilahkan kebodohan kemanusiaannya terjadi ketika peringatan dari saudara tak diindahkan.
Om Namasiwaya… sulit kulukiskan bencana yang akan menerpa, aku yang sendirian melawan hinanya dunia di sukawana.

Tanggal 6 november 2006

Teriak bala dewa bermuarakan jiwa yang kosong ini, tatkala mata yang dulu aku lihat yang kosong itu kembali kulihat,ketika kata yang ia\ngin diucapkannya seperti menahan berjuta gelombang ombak ia rasakan. Nafas yang tak teratur tapi detak jantung berjalan pelan, aku tahu pamanku tak akan lama lagi, hanya menahan waktu yang memberi kematian. Tapi hanya kesedihan memberi kita pada sentuhan jiwa yang menggertak sanubari kita. Aku kini mengalirkan air mataku sendiri yang tidak bisa kutahan, aku merasa ada pengulangan peristiwa yang terdahulu dan tidak ada bedanya dari yang dulu, aku sungguh takut apa yang terjadi seperti yang aku bayangkan di kepalaku ini.

Tanggal 5 Desember 2006

Galungan telah berlalu dan senin ini aku mengeja lagi hariku yang telah lewat. Apapun peristiwanya hanya memanggilku pada jalur yang kadang membuat aku tertawa saja “ oh… ada – ada saja dunia”
Kau hendaknya tahu sifatku ini tak haruslah dimiliki oleh orang yang se-aku karena amarah patutnya kugelegarkan, tapi kadang kukembalikan kesadaran bahwa hidup adalah menerima yang sebenarnya dari dulu dan sebelumnya telah diberi. Tak bisakah kau mengerti apa kataku tadi? Tak usah kejelaskan karena jika kujelaskan maka akan semakin kau tak mengerti.
Aku telah menemukan kebahagiaan juga kesedihan. Dimana??? Di hati, perasaan dan dipikiran. Tak pernah kumenemukan selain daripada itu.
Aku menemukan sorga tatkala aku merasa bahagia dan aku menemukan neraka jika aku merasa sedih.

Tanggal 7 desember 2006

Penghujung tahun akan menjelang , kehidupan telah terarungi seperti berada di rakit dalam aliran sungai yang deras. Betapa jenuh aku menutupi dosaku, juga kenapa cinta yang datang tak pernah kuundang. Aku kini mencintai wanita yang baru kukenal. Aku mencintai teman yang sangat tak tahu kenapa bisa kenal. Hingga dunia yang menuntun arahku ini mengajak aku untuk bersandiwara dalam organisasi yang memperalatku. Organisasi adalah alat untuk memperalat kita dengan kewajiban dan tugasnya.
Oh Tuhan IPku yang menjadi sasaran dan korban dari semester 3 sampai kini membuat aku bersedih. Dan yang mengalami perubahan terburuk dalam karakterku sendiri siap aku jalani. Teman lama kurindu, teman lamaku yang entah dimana.
Hanya dalam pelajaran hidup kita tak mengerti bahwa yang kita harus lakukan adalah 3 hal yakni KECUKUPAN, KEIKLASAN dan SYUKUR, itu semua agar kita bahagia teman , bahagia !!!!!!!!!. Teori ini tak sesederhana katanya tapi melainkan sangat mendalam.

Tnggal 29 Desember 2006

Oh Tuhan ampunilah segala dosaku, ketika perjalan hidup manusia ini selalu saja ada yang tidak benar. Hambamu ini tak dapat memungkiri jikalau hati ini selalu bertentangan dengan setiap tindakan. Ingin saja kuberjuang agar nada-sumbang mengingatkan aku pada keserakahan dan kemunafikan.
Tahun ini tahun yang berat sangat berat yang membuat aku menari dalam kesedihan yang mendalam sangat mendalam dan tak sanggup kulupakn . karena jantur yang berdebar ini menunjukkan suatu kerinduan cinta dari ayanhanda yang telah tiada, aku tak tahu kapan air mata di pipku ini telah menetes tetapi yang kurasakan adalah aku begitu kehilangan kini.
Ketika matahari kemarin yang telah tenggelam aku merasa hari ini benar-benar tidak lengkap walau berjuta teman menemani dan beribu gelak tawa kudengar tapi rasa rindu terus saja berkumandang.
Kenangan dalam jejak memori yang bercampur dengan kesenduan masa lalu tak dapat kucerna walau jiwa mratapi kenyataan. Buta dalam arti siapa yang akn menyentuhku untuk menolongku.
Aku begitu menyinta padamu yang telah tiada yang ingin kupeluk setiap saat dan kucium sepanjang waktu. Aku tersiksa oleh rasa rinduku.
Om namasiwaya, jadikan aku bukan manusia saja yang tak merasakan rindu ini mungkin pohon atau batu, mungkin gunung atau danau. Aku telah merayu waktu untuk membawaku pada rasa nurani yang membeku.

Tanggal 11 Januari 2007

“Mang hari ini bli kadek telah dibuat menangis oleh seorang wanita yang tidak lain adlah pacarku sendiri” kata itulah kukirim lewat sms kepada adikku di kedewatan, Bukan tangisku itu kusesalkan tetapi proses terjadiny. Jika saja air mata ini tak keluar mungkin aku akan melakukan kebodohan lagi. Hendak kuumbar nafsuku tapi Tuhan telah mengingatkanku dengan memberi kesadaran dengan petunjuk seorang wanita. Aku tak tahu kenapa ia tahu kelemahanku? Kelemahanku bukan terletak pada didiriku tetapi ada pada orang-orang yang kukasihi.
Oh Tuhan apa yang terjadi pada diriku???? Begitu mudah aku terkalahkan oleh nafsu, setiap tindakankupun menjadi tak terkendali dan matahari yang ada telah mati dan rembulan membisikku untuk berbuat hina. Ku berterima kasih padamu yang meninggalkanku pada detik ini yang menuai hikmah dan menghalau karma. Tapi aku akan berusaha untuk meningkatkan imanku bahwasanya teriakkanku adalah kuingin menari dimana orang tak tersakiti olehku.

Tanggal 5 Pebruari 2007

Lama aku tak menarikan kata-kataku tapi selama perjalanan hidupku , selalu kutemui hal-hal yang baru. Begitu mudhnya aku meniti segala hal yang ada membuat aku semakin mudah untuk melupa dengan matahari yang terbit dan tenggelam dengan cahaya bulan yang menerang dan meredup ada butiran makna yang ada disetiap langkah kita yang terkadang tidak kita sadari harus kita pelari. Yang artinya bahwa apa yang dikatakan tentang kita adalah benar dan setiap kesalahan adalah benar. Mengapa harusnya aku berkata bahwa salah itu adalah benar, karena pengetahunan kita adalah terbatas dank arena terbatas menyebabkan adanya kesalahan yang tidak kita sadari sehingga dengan dengan demikian pihak yang bukan kitalah yang melihat kesalahan kita yang sebenarnya adalah suatu kebenaran

Tanggal 16 Maret 2007

Hitunglah berapa hari aku tak menyapamu! Dan dan sampaikan hasilnya padaku berapa helaan nafasmu yang engkau keluarkan untuk menatap dunia. Aku sendiri yang mengalami kesibukan dalam kehidupan sehingga tak sempat menarikan kata-kataku menbuat aku lupa untuk memejamkan mata dan menganalisa setiap kesalahan yang telah kuperbuat.
Selama aku menjalani PKKH ini kumelihat fenomena aneh. Sangat aneh dimana manusia berlagak seperti Dewa yang menentukan nasib manusia lainnya. Suatu penghakiman kepada mereka yang bersalah, suatu tuntutan dari mereka yang merasa dirugikan dan pembelaan dari mereka yang dipersalahkan. Aku manusia yang paling bodoh hingga dengan kebodohanku ini aku menjadi geli pada manusia yang seperti mereka itu. Kenapa aku yang calon sarjana ini menjadi begitu bertanya-tanya pada ke-Akuan dalam dirinya? Karena tak ubahnya kita iblis yang menggangap kita sakti bisa menentukan nasib seseorang, tak ubahnya kita setan yang serakah bisa menganggap aturan untuk membuat orang selalu salah dan seperti raksasa yang selalu saja merasa diri benar.
Semakin tua dalam umur, semakin larut dalam kewajiban dunia, semakin larut kita pada kewajiban kita dalam profesi di dunia seharusnya kita tidak meninggalkan dan melupakan ajaran darma atau kebaikan, dengan keiklasan, syukur dan cukup agar kita tidak menjadi mahluk nista seperti iblis atau setan maupun raksasa.

TAnggal 17 April 2007

Apa yang kurasa sekarang adalah perasaan yang terlalu menyiksa (KERINDUAN). Hati dan jiwa sepantasnya hinggap pada pikran yang akhirnya membuat aku terlena pada bhatin yang tersiksa dimana aku menarikan dahaga rasa kasih sayang seorang ayah yang telah lama menghilang. Kenalkah engkau pada apa yang paling menyiksa? (KERINDUAN). Aku seharusnya tak terlahir sebagai anak yang dinamai somya. Lebih suka aku menjadi anak anjing jalanan yang tak kenal sapa yang aku sayangi.
Ketahuilah jika mencari sesuatu, apapun itu carilah yang tidak engkau sayangi tetapi jangan pula mencari yang engkau benci agar engkau tidak tersiksa karena rasa kasih sayangmu sendiri ataupun menyiksa orang lain karena rasa bencimu. Biarlah orang lain yang menyayangi maupun membenci dirimu karena kita takkan menyakiti diri sendiri ataupun menyakiti orang lain dengan dicinta dan dibenci.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s