Gebog Domas Ngelarung Ratu Pucak Penulisan

Dalam rangkaian upacara ngenteg linggih Pura Puncak Penulisan, Desa Sukawana, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, pada hari kamis 22 juli 2010 diadakan upacara nglarung (membersihkan) Ida Bhatara Ratu Pucak Penulisan ke laut yang terdapat di Desa Tejakula, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng.
Upacara Ngelarung ini laksanakan oleh banua (kawasan ritual) Pura Pucak Penulisan yang sering disebut dengan Gebog Domas yang beranggotakan 31 (tiga puluh satu) desa dan dipimpin oleh Jro Kubayan Kiwa dan Jero Kubayan muncuk dari Desa Sukawana.


Upacara nglarung Ratu Pucak Penulisan diawali dengan mendak (membangunkan) Ida Betara Ratu Pucak Penulisan yang melingih (bertempat) di Pura Bale Agung Desa Sukawana untuk dapat dibawa dan dibersihkan di laut. Dalam mendak Ida Bhatara ini, hanya dilakukan oleh para truna dan truni (pemuda dan pemudi) dari Desa Sukawana, serta diikuti oleh seluruh penghulu (pengurus) gebog domas. Ida Bhatara Ratu Pucak atau Ratu Sakti Pucak Penulisan disimboliskan dengan sebuah bangunan bertingkat 5 (lima) atau meru tumpang lima. Selain Ida Bhatara Ratu Pucak Penulisan, dipendak pula Ida Bhatara Ratu Puseh yang disimboliskan dengan bangunan tingkat 3 (tiga) atau meru tumpang telu, serta semeton (saudara) dari Ratu Pucak Penulisan yakni Ida Bhatara Gunung Agung dan Ida Bhatara Gunung Batur yang keduanya disimboliskan dengan bangunan tingkat satu atau meru tumpang besik.
Dalam perjalanan ke Desa Tejakula, Ida Bhatara Ratu Pucak Penulisan diiringi oleh para penghulu Gebog Domas dari 31 (tiga puluh satu desa). Sebenarnya semua warga Gebog Domas boleh ikut serta dalam mengiringi Ida Bhatara Ratu Pucak Penulisan ke Desa Tejakula, tetapi terdapat kekhawatiran apabila semua warga Gebog Domas diikutsertakan akan terjadi kekroditan yang disebabkan oleh banyaknya para pengiring. Selain itu, tempat parkir yang kurang dan persiapan yang kurang dikhawatirkan juga akan menyebabkan para panitia dan pengurus menjadi kewalahan, untuk itulah yang diperbolehkan ikut mengiringi Ida Bhatara Ratu Pucak Penulisan hanyalah para penghulu Gebog Domas Saja. ”yen mekejang ajak panjak Idane ngiring Ida ke Tejakula, takutin ngara muat parkire di Tejakula, pedalem Tejakulane nyanan” terang Jro Kubayan Kiwa.
Memilih Desa Tejakula sebagai tempat ngelarung bukanlah tanpa alasan, menurut Jro Kubayan Kiwa Tejakula memiliki ikatan dengan Pura Penulisan. ”Ipidan leluhur tejakulane meli yeh ke bhatara pucak penulisan ajin duang keteng, yen desa les meli aji aketeng, to sangkala desa les bedikan maan yeh (dahulu leluhur tejakula membeli air dari betara di Penulisan dengan harga 2 (dua) keteng, sedangkan desa les hanya membeli dengan harga satu keteng, itu menyebabkan Desa Les lebih sedikit mendapatkan air)” terang Jro Kubayan Kiwa. Dengan demikian Desa Tejakula memiliki kewajiban juga atas upacara ngelarung Ida Bhatara Ratu Pucak Penulisan.
Perjalanan ke Desa Tejakula menghabiskan waktu selama dua setengah jam perjalanan yang diiringi hampir 300 kendaraan roda empat dan 150 lebih kendaraan roda dua. Sesampainya di Desa Tejakula, Ida Bhatara Ratu Pucak Penulisan beserta para semetonnya, ditempatkan pada tempat yang telah disediakan di depan Pura Penempingan. Pura Penempingan tersebut adalah pura untuk melakukan pembersihan, yang di dalamnya terdapat sumur yang biasanya untuk nunas tirtha (meminta air suci) yang diyakini bahwa asal tirtha tersebut berasal dari Pura Penulisan di Desa Sukawana.
Warga Desa Tejakula sangat antusias menyambut iring-iringan dari Gebog Domas. Bagi Desa Tejakula sendiri merasa sangat terhormat dapat melayani Ida Bhata Ratu Pucak Penulisan, hal ini dapat dilihat dari sambutan yang diberikan oleh warga Desa Tejakula. Warga Desa Tejakula memberikan hidangan berupa kopi, teh dan kue. Setelah selesai minum kopi, para pengiring langsung diajak untuk menyantap hidangan nasi dengan lauk aneka olahan daging babi dan ikan laut, sedangkan warga Desa Tejakula dengan ramah melayani para pengiring.
Sebelum dihaturkannya banten penglarungan oleh para sulinggih, para pemuda dari Desa Sukawana menarikan tari baris truna, kemudian dilanjutkan dengan tarian rejang yang ditarikan oleh pemudi dari Desa Sukawana, yang diiringi tetabuhan (gambelan) dari Desa Sukawana. Setelah tarian tersebut ditarikan barulah kemudian melakukan panca sembah kepada Tuhan yang dipimpin oleh Jro Kubayan Kiwa dan Jro Kubayan Muncuk. Upacara ngelarung ini selesai sampai pukul 04.00 Wita. Dan kemudian Ida Bhatara Ratu Pucak Penulisan dibawa kembali ke Pura Bale Agung Desa Sukawana untuk dilinggihkan.
Setelah Upacara Ngelarung ini maka selesai pula rangkaian Upacara Ngenteg linggih di Pura Penulisan. Dan Rencananya Pada Upacara selanjutnya akan diadakan Upacara Ngebo Roras yakni Upacara yang ditujukan untuk kesejahteraan umat manusia di Bali yang dilakukan setiap 100 (seratus) tahun sekali.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s