Catatan Akhir Semester Posko Pemantauan Peradilan Denpasar “BERSATU MEMBERANTAS MAFIA PERADILAN”

Tidak terasa Posko Pemantauan Peradilan Denpasar sudah berjalan hampir dari satu tahun, banyak cerita yang menghiasi. Mafia peradilan semakin hari semakin rapi, walaupun tidak cukup bukti untuk membuktikan tetapi diyakini masyarakat semakin jauh dengan keadilan.

Laporan kepada lembaga-lembaga yang dibentuk untuk memberantas mafia peradilanpun tiap hari semakin bertambah. Masyarakat yang dahulu mudah ditipu kini semakin tahu akan bentuk mafia peradilan tetapi pengetahuan tersebut tidak terlalu berpengaruh, bahkan mafia peradilan semakin tidak bisa disentuh oleh pihak yang ingin memberantasnya.

Setelah diluncurkannya posko pemantauan peradilan di Denpasar maka masyarakat mulai mengetahui tentang pola-pola praktek mafia peradilan. Seluruh Komponen masyarakat baik NGO, akademisi dan kampus dalam melaksanakan kegiatannya semakin intensif dan lebih bekerja keras, memantau mafia peradilan. Hanya saja, hasil pantauannya akan kembali terpental atau lewat begitu saja karena yang mempunyai kewenangan bisa saja berada dalam ”lingkaran setan” mafia peradilan. Satgas mafia hukum yang dibentuk oleh Presiden, hasilnya hanyalah nantinya bersifat rekomendasi dan yang memberantas adalah pihak yang berwenang seperti kepolisian dan kejaksaan. Namun di Bali sendiri, ketika kasusnya dimainkan oleh oknum penegak hukum maka masalahnya sebagian besar hanyalah menjadi sebatas laporan tanpa ada penyelesaian yang jelas. Sedangkan kalaupun ada hasil sama sekali tidak pernah ada publikasi.
Dalam perjalanan pada bulan September 2009 sampai dengan Agustus 2010 masih ditemui adanya kesulitan dalam mencari informasi mengenai sidang perdana yang akan dilaksanakan. Di pengadilan pun sering terjadi perubahan jadwal yang mengakibatkan Masyarakat harus menggali keterangan lewat pengunjung sidang, para penasehat hukum, panitera dan terdakwa sendiri. Walaupun data-data yang didapatkan sangatlah kurang akibat tertutupnya akses informasi di semua Pengadian Negeri di Bali, masyarakat tetap memantau dari media atau langsung ke Persidangan untuk mengetahui hal-hal yang diinginkan.

Sosialisasi, Pemantauan Dan Penerimaan Pengaduan
Posko Pemantauan Peradilan Denpasar memiliki fungsi antara lain sosialisasi posko dan program komisi yudisial, melakukan pemantauan di pengadilan, dan menerima pengaduan terhadap prilaku kode etik hakim. Kegiatan Sosialisasi dilakukan dengan Jejaring posko demi menguatkan konsolidasi. Kemudian dilakukan sosialisasi berupa pemberitahuan lewat facebook, web LBH Bali dan Situs-situs jaringan. Tentunya harus disadari keterbatasan waktu yang dimiliki mengakibatkan sosialisasi tidak terlalu maksimal tetapi sangat diyakini pokok penting tujuan sosialisasi dapat tersampaikan.
Berdasarkan pemantauan yang dilakukan, untuk kasus-kasus besar (korupsi dan Pembunuhan dan lainnya) Hakim selalu berusaha sebaik mungkin bertindak sesuai dengan hukum acara hal ini bisa dimaklumi karena pers pasti memantau, tetapi untuk kasus yang dianggap ringan dalam persidangan seringkali hakim memimpin persidangan tidak sepenuhnya dilakukan sesuai dengan hukum acara, hal ini mengakibatkan adanya persidangan yang bisa selesai dengan cepat. Masalah Hakim mengantuk, Hakim berbincang-bincang pada saat sidang, tidak mengucapkan bantuan hukum yang berhak diterima masih kerap ditemui. Untuk Institusi Pengadilan sendiri masih tidak berubah karena telat, penyerahan BAP ke masing-masing pihak yang tidak jelas, pungutan liar dan lainnya masih dipastikan kerap terjadi. Mengenai Panitera dan jaksa yang kurang disiplin seakan-akan telah menjadi kesepakatan dengan hakim dimana hakim sering tidak mengubris ketidak disiplinan itu.
Ada sekitar 4 (empat) kasus pengaduan perbulan yang diterima Posko Pemantauan Peradilan mengenai Praktek Mafia Peradilan baik di Kepolisian sampai di Persidangan. Namun terdapat pula pengaduan yang disampaikan secara lisan tetapi karena tidak ada bukti permulaan yang cukup maka pengaduan secara lisan ini terkadang tidak bisa dilaporkan. Hanya untuk pengaduan kepolisian yang bisa dilanjutkan dan di advokasi dengan cara berupa pendampingan. Kegiatan penerimaan pengaduan masyarakat dilakukan di Posko Pemantauan Peradilan yang beralamat di Jln. Plawa No. 57 Denpasar, Masyarakat yang merasa menjadi korban mafia peradilan memerlukan tempat mengadu maka posko pemantauan peradilan membantu untuk advokasinya walau memerlukan waktu yang cukup lama agar aparat dapat membuka diri dengan masyarakat. Suatu keadaan yang amat menyulitkan ketika pengaduan berasal dari cerita, pengaduan sering kali merupakan keluhan masyarakat yang ternyata adalah melihat dan mengalami sistem dan prosedur pengadilan negeri yang sangat menghambat proses peradilan dan terkadang mengarah ke praktek mafia peradilan tetapi cerita tersebut sering tanpa adanya alat bukti yang mengakibatkan adanya kesulitan untuk menindaklajuti pengaduan yang mereka lakukan.
Selama melakukan kegiatan Posko Pemantauan Peradilan berupa sosialisasi, pemantauan, maupun penerimaan pengaduan terdapat fakta yang ditemui oleh Posko Pemantauan Peradilan yang mengakibatkan adanya kesulitan dalam proses peradilan yang dilakukan. Adapun Kesulitan tersebut yaitu Kurangnya perhatian media dalam ikut serta pemantauan peradilan, tidak ada jadwal yang valid mengenai persidangan yang akan dilakukan, hakim masih kurang dikenal oleh masyarakat. Kurangnya sarana perekam audio dan visual untuk dokumentasi di pengadilan, sistem pelayanan di Pengadilan sangatlah buruk dan cenderung menghambat sehingga akses untuk memudahkan pemantauan menjadi berkurang, kurangnya alat bukti yang diberikan oleh pelapor kode etik hakim
Dari semua fakta yang dirasakan oleh masyarakat mengenai mafia peradilan di Pengadilan, rekomendasi yang harusnya didengar adalah pengadilan harus segera merubah dirinya menjadi pengadilan yang diinginkan oleh masyarakat yang berkeadilan dan berkebenaran, serta seluruh masyarakat wajib bersatu padu melawan mafia peradilan karena mafia peradilan sudah seperti mendarah daging dan hampir membudaya di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s