Seruan Menghapus Hukuman Mati

HUMAN RIGHTS FOR ALL-HAK ASASI MANUSIA UNTUK SEMUA-
SAVE PRISONER FROM DEATH PENALTY
Selamatkan Narapidana dari Hukuman Mati

FAKTA:
• 2.390 orang dieksekusi mati di 25 negara, sekitar 8.864 dituntut hukuman mati di 52 negara pada tahun 2008 ~ Amnesti Internasional
• 177 Warga Negara Indonesia (WNI), menghadapi ancaman Hukuman Mati di Malaysia, 142 telah divonis mati dan 70 adalah TKI di Malaysia, 19 telah dibebaskan ~ Kompas, 7 September 2010 & 26 Agustus 2010
• Evaluasi dan inventarisasi per 31 Desember 2009 jumlah terpidana mati di Indonesia sebanyak 112 orang: 19 mengajukan grasi, 25 mengajukan upaya hukum PK, 17 mengajukan upaya hukum kasasi, dan delapan orang yang mengajukan upaya hukum banding. 43 orang yang belum menentukan sikap (peninjauan kembali dan grasi) ~ Didiek Darmanto, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung di Jakarta (NapsaIndonesia.com, 27 Januari 2010)
• 4 WNA terpidana vonis mati di Bali mengajukan Peninjauan Kembali (PK) ~ Bataviase.co.id (13 Agustus 2010)

MEMPERTIMBANGKAN :
• Butir 1 Sila II Pancasila “kemanusiaan yang dan beradab” yang berbunyi “mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai Mahluk Tuhan yang Maha Esa.
• UUD ’45, pasal 28 huruf I, menyebutkan: “hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi di depan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun”
• Komitmen Indonesia tunduk pada kesepakatan internasional yang tertuang dalam Kovenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik yang diratifikasi dengan Undang-Undang No. 12 tahun 2005 tentang Pengesahan Konvenan Interanasioanal tentang Hak Sipil dan Politik
• Pasal 9 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia mengenai hak untuk hidup bagi manusia yang menyatakan dengan tegas bahwa setiap manusia berhak untuk hidup, mempertahankan hidup dan mempertahankan taraf kehidupannya.
• Pasal 2 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 menyatakan bahwa “Sistem pemasyarakatan diselenggarakan dalam rangka membentuk Warga Binaan Pemasyarakatan agar menjadi manusia seutuhnya, menyadari kesalahan, memperbaiki diri, dan tidak mengulangi tindak pidana sehingga dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat, dapat aktif berperan dalam pembangunan, dan dapat hidup secara wajar sebagai warga yang baik dan bertanggung jawab.” Dengan demikian tujuan Sistem pemasyarakatan adalah tempat pendidikan bukan sebagai tempat balas dendam.
• AMNESTI INTERNATIONAL melaporkan tahun 2009, lebih dari dua pertiga negara di dunia telah menghapus hukuman mati dalam produk dan praktik hukum. Hukuman Mati merupakan cara kejam dan bengis, tidak manusiawi dan merendahkan martabat, seperti : memancung, menggantung, kursi listrik, menyuntik racun, menembak, melempari batu, Tidak Sesuai dalam masyarakat beradab pada abad 21 yang seharusnya berperikemanusiaan..
• Hukuman mati bias kelas dan bias ras, banyak terpidana mati berasal dari kelompok miskin, minoritas, rasial, etnis dan agama, korban dari sistem hukum yang tidak adil dan beresiko mengeksekusi orang yang tidak bersalah.
• 10 OKTOBER diperingati sebagai HARI PENGHAPUSAN HUKUMAN MATI INTERNASIONAL
MENDESAK :
• Penghapusan hukuman mati dalam produk dan praktik hukum di Indonesia dan di seluruh dunia.
• Pemimpin negara di seluruh dunia melindungi warga negaranya dari ancaman hukuman mati
• Pemerintah RI agar melindungi dan menyelamatkan WNI di luar dan dalam negeri dari ancaman hukuman mati
• Pemerintah RI memperkuat diplomasi politik luar negeri untuk menyelamatkan WNI dari ancaman hukuman mati di luar negeri.
MENDORONG :
• Adanya Penegakan Hak Asasi Manusia bagi Narapidana
• Agar seluruh Terpidana Mati mengajukan Peninjauan Kembali (PK) dan permohonan pengampunan (Grasi) kepada Presiden
• Agar Mahkamah Agung mempertimbangkan Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan terpidana mati dan pemberian pengampunan (Grasi) bagi terpidana mati oleh Presiden.
_____________________________________________________________________
ALIANSI MASYARAKAT INDONESIA ANTI HUKUMAN MATI (AMNESTI)
National Alliance for Prisoner in Indonesia (NAPI) Bali Region/ Persatuan Narapidana Indonesia (NAPI) Daerah Bali (Ida Ayu Made Gayatri, S.Sn., M.Si : 081805643568), YLBHI-LBH Bali : ( I Made Somya Putra, SH -081805585011), PBHI Bali (Dewa Alit Sunarya, SH : 081338309111), Napzaindonesia.com ( Gentry Amalo : 081866255), Sariasa n Partner (Ade Sariasa : 08123951789)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s