SEJARAH DAN PERBEDAAN HINDU BALI DALAM PERSPEKTIF BALI AGA DI DESA SUKAWANA, KECAMATAN KINTAMANI, BANGLI- BALI

Pendahuluan

Pulau Bali sebagai daerah wisata sudah terkenal di dunia. Pulau bali dikenal akan keindahan dan keelokannya. Dengan keindahan dan keelokan alamnya yang terkenal sudah tentunya mengundang kekaguman dari orang Bali sendiri dan orang luar Bali. Kekaguman tersebut bukan saja dari keindahan alamnya, tetapi juga dari budaya, spiritualisme, keramahan, adat istiadat, dan agama sehingga berbagai sebutan untuk Pulau bali diberikan oleh pengagumnya, ada yang menyebut Pulau Dewata, ada pula yang menyebut Pulau Seribu Pura. Hal ini semakin menyebabkan pengagum pulau Bali menjadi betah utuk menghabiskan waktunya di Bali. Kemegahan Pulau Bali yang menjadikan Pulau Bali sebagai daerah wisata, menjadikan berbagai budaya dari luar masuk ke Pulau Bali. Pembangunan fisikpun dilakukan demi menopang pariwisata tersebut. Gedung-gedung perhotelan dibuat, pasar swalayan dimana-mana, Restoran bertaburan, tempat hiburan beroperasi sampai pagi. Jika orang Bali terlena akan kemegahan dunia wisata yang bergelimang kehidupan material bisa saja jati diri sebagai orang bali yang relegius berdasarkan Hindu Bali akan sirna ditelan jaman. Hindu Bali yang membentuk karakter orang bali sedemikian rupa sehingga orang bali menjadi ramah dan bersahabat, merupakan akar dari berbagai kerifan lokal berupa Tri Hita Karana yaitu Tiga hubungan harmonis manusia dan Tri Kaya Parisudha yaitu tiga perbuatan yang menyebabkan kebaikan.

Baca lebih lanjut