WARGA PADANG SAMBIAN KLOD MINTA POLRESTA MENANGKAP PENGUSAHA I WAYAN SINDU

Untuk kedua kalinya Warga Padang sambian Klod mendatangi Polresta Denpasar. Pasalnya masyarakat menilai seorang Pengusaha yang bernama I Wayan Sindhu adalah pengusaha kebal hukum. Buktinya setelah dilaporkan 1 bulan yang lalu berdasarkan laporan Polisi No : STPL/758/IX/2014/BALI/RESTA DPS,  8 September 2014 atas kasus Membuat Perasaan Yang Tidak Menyenangkan sesuai pasal 335 KUHP laporan ini atas tindakan I Wayan Sindu ( terlapor ) yang diduga memaksa I Wayan Rodi yang sedang sakit untuk mencap jempol kwitansi untuk perpanjangan kontrak.
IMG-20141010-WA0019IMG-20141010-WA0007

Belum tuntas laporan itu Pengusaha ini kembali berulah dengan membongkar atap toko yang mana seharusnya bangunan itu secara keseluruhan adalah milik I Wayan Rodi sang pemilik tanah berdasarkan perjanjian tanggal 1 Mei 2014 yang berlaku sampai tanggal 1 Mei 2014 akan tetapi pelaku malah membongkar atap yang terbuat dari baja itu secara bersama-sama bersama para tukangnya atas hal tersebut Pelaku dilaporkan pengerusakan bersama-sama dimulai umum sesuai pasal 170 KUHP jo pasal 406 KHUP dengan ancaman diatas 5 Tahun penjara.
Mengetahui hal itu warga merasa gerah atas perbuatan Terlapor, warga merasa kasian kepada pemilik tanah yang sudah renta dan Sakit – Sakit an.  Warga pun mempercayakanTim Kuasa Hukum dari LABHI ( Lembaga Advokasi dan Bantuan Hukum Indonesia ) Bali yaitu I Made Suradana, SH, MH, I Made Somya Putra, SH dan I Gusti Nurtjahyadi, SH.  Di Polresta kuasa Hukum Warga I Made Suardana, SH.MH meminta Polresta segera menangkap pelaku atas perbuatan yang tidak menghormati hukum itu. Suardana berjanji akan membuka kepada polresta siapa saja pelaku yang ikut merusak atap toko tersebut. Dan untuk membuktikan bahwa pelaku tidak kebal hukum maka Polresta harus membuktikan integritas institusinya dengan cara menangkap pelaku dalam waktu 3 X 24 jam. Ini dealine yang pantas. Jika tidak ditangkap maka kami khawatir warga padang sambian Kelod yang menangkap sendiri pelakunya.
Selain ingin bertemu dengan kapolresta Denpasar warga juga mengiringi Ni Nyoman Ngemin untuk melaporkan I Wayan Shindu, dkk kembali atas dugaan perusakan Atap bangunan miliknya bersama-sama dengan anaknya dengan beberapa orang yang tidak dikenal pada tanggal 23 September 2014. I Made Somya Putra, SH selaku kuasa hukum mengharapkan bahwa hendaknya polresta Denpasar bekerja lebih giat dan profesional dengan independensi yang tinggi dalam menangani laporan kliennya. ” kami meminta P0lresta Denpasar bersikap profesional dan independen terhadap laporan klien kami, mengingat ini bukanlah laporan yang pertama, laporan yang pertama tentang pemaksaan cap jepol sudah ada, namun ternyata Polresta denpasar belum bergerak sama sekali? saya jadi mempertanyakan indepedensi POlresta denpasar, karena kali ini klien kami yang renta melawan pengusaha. jangan sampai ungkapan tajam ke bawah tumpul ke atas berlaku di polrest denpasar ini” ujar Advokat I Made Somya Putra, SH yang dikenal setia membela kasus-kasus masyarakat ini.
Warga datang ke polresta tepat pukul 10 Wita berpakaian adat madya yang dipimpin oleh Kelian Banjar Jaba Pura I Made Suwarsa dan tokoh adat lainnya termasuk Kepala Dusun Jabapura I Nyoman Suyasa.
Warga dan prajuru diterima Kasat Reskrim polresta Denpasar I Nengah Sidiarta,  Sik. Dalam pertemuan yang alot itu masyarakat sangat kecewa atas perilaku I Wayan Sindu yang mengosongkan isi toko tapi merusak bangunan termasuk juga membawa gembok yang seharusnya diserahkan kepada pemilik tanah atau dititip di Kantor Desa sesuai mediasi yang berlangsung pada tanggal 15 September 2014. Karena itu warga meminta Polresta Menangkap pelaku secepatnya.
Kasus ini adalah bermula dari perpanjangan kontrak mengontrak yang tidak lazim terjadi pada tanggal 9 Februari 2014. Dengan cara memaksa mencap jempol kwitansi I Wayan Sindu mencoba memperoleh keuntungan perpanjangan dengan cara yang tidak benar. Tahu ada Kejanggalan itu akhirnya warga banjar bereaksi atas pengaduan istri pemilik tanah yang juga warga setempat yang bernama  I Nyoman Ngemin yang disampaikan dalam rapat banjar tanggal 30 Agustus 2014
Kasat Reskrim pun berjanji akan menindaklajuti laporan itu dan akan menyampaikan keluhan warga kepada Kapolres  Denpasar. ( Berita terkait ini pada tanggal 9 September 2014 )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s