AKHIRNYA KASUS KAKEK TUA MELAWAN PENGUSAHA, DIATENSI MABES POLRI

Setelah lama terkatung-katung, akhirnya Mabes Polri memberikan atensi terhadap Perkara yang melibatkan I Wayan Rodi (81 Tahun) sebagai pelapor dalam tindak pidana pemaksaan cap jempolan kwiansi dan perusakan bangunan miliknya yang diduga diakukan oleh I Wayan Shindu (69 tahun), sebagaimana laporan polisi Nomor LP : /758/IX/2014/BALI/RESTA DPS, tertanggal 8 September2014 dan LP/871/X/2014/BALI/RESTA DPS, tertanggal 10 Oktober 2014.

Kepastian adanya atensi dari Mabes Polri terhadap kasus yang menimpa I Wayan Rodi seorang kakek tua yang saat ini sedang sakit strooke diperoleh setelah I Wayan Rodi melalui kuasa hukumnya memperoleh surat dari Karo Wassidik Bareskrim Mabes Polri dengan nomor : B/1382/WAS/III/2015/Bareskrim, perihal Pemberitahuan Perkembanan Hasil Pengawasan Penyidikan (SP2HP2), yang intinya menyatakan bahwa Karo Wassidik Bareskrim Mabes POLRI telah membuat surat perintah pengawasan penyidikan dan permintaan laporan kemajuan penanganan penyidikan kepada Kapolda Bali.

Menurut kuasa Hukum I Wayan Shindu, I Made Somya Putra, SH, kasus ini elah dilaporkan hampir 6 (enam) bulan lamanya, sampai saat ini Penyidik masih melakukan penyelidikan. Sosok I Wayan Shindu sebagai seorang Pengusaha dikhawatirkan oleh banyak pihak dapat mengitervensi proses hukum yang ada menginat I Wayan Rodi saat ini sedang sakit, buta huruf dan tidak memiliki anak untuk melindungi dirinya. “Kasus ini memang sudah patut diawasi Mabes Polri. Yang melapor kan orang tua ga punya apa-apa, sedangkan yang dilawan Pengusaha, yang punya modal dan bisa saja punya jaringan di kepolisian hingga dikhawatirkan dapat mempenarhi proses hukum. Maka kami apresiasi langkah Mabes Polri yang mengawasi proses hukum dalam kasus ini” ujar I Made Somya Putra,SH

Direktur Lembaga Advokasi dan Bantuan Hukum Indonesia (LABHI)-Bali yang juga kuasa hukum I Wayan Rodi, I Made Suardana, SH, MH lebih tegas menyampaikan agar Penyidik jangan sampai terpengaruh atau terintervensi dari pihak lain, apalagi mencari argumentasi agar I Wayan Sindu bebas dari jeratan hukum. “saya minta Penyidik Polresta Denpasar agar obyektif dan profesional dalam menanani kasus ini, jangan sampai terpengaruh oleh kepentingan Pelapor. Dan segera menyeret I Wayan Shindu menjadi tersangka lalu menjeboloskannya ke penjara:” Ujar Pengacara yang dikenal vokal ini.

Untuk mengingatkan, Kasus ini bermula dari adanya kontrak mengontrak tanah I WAYAN RODI dengan I WAYAN SINDHU, dimana sebelum masa kontrak berakhir, tiba-tiba I WAYAN SINDHU beserta istri dan anaknya datang ke rumah I WAYAN RODI untuk membicarakan mengenai perpanjangan kontrak tanah milik I WAYAN RODI. Namun, I WAYAN RODI dengan tegas menolak perpanjangan kontrak tersebut, dan pada saat itu I WAYAN RODI juga dalam keadaan tidak bisa bergerak karena penyakit Strooke yang diidapnya selama bertahun-tahun namun I WAYAN SHINDU memaksa I WAYAN RODI untuk melakukan cap jempol pada kwitansi yang sudah disiapkan. Tidak terima atas perlakuan tersebut, I Wayan Rodi dan Istrinya akhirnya melaporkan I Wayan Shindu ke Polresta Denpasar dengan dugaan pemaksaan pencapjempolan kwitansi sebagaimana Surat Tanda Penerimaan Laporan/Pengaduan Nomor : STPL/758/IX/2014/BALI/RESTA DPS, tertanggal 8 September 2014). Dalam perkembanganya bukannya menyelesaikan masalah, I Wayan Shindu malah merusak bangunan milik I Wayan Rodi, atas hal tersebut Istri I Wayan Rodi, Ni Nyoman Ngemin yang tidak terima atas perlakuan I Wayan Sindhu akhirnya melaporkan I Wayan Sindhu atas dugaan Tindak Pidana Pengerusakan Secara Bersama-sama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 KUHP sesuai dengan Surat Tanda Penerimaan Laporan/Pengaduan Nomor : STPL/871/X/2014/BALI/RESTA DPS, tertanggal 10 Oktober 2014

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s