PETAKA BADAI REKLAMASI

MENATAP DALAM PIKIRAN SAWANG

SEMENJAK KATA BERISI DEBU PUDUT YANG MELAYANG

KINI DAN ENTAH SAMPAI KAPAN… REKLAMASI TERUS BERKUMANDANG…

 

TINGGI TANAH YANG NANTINYA TERTANAM, BAGAI BAYANG AKAN AIR MATA YANG MENGALIR PANJANG

DI SUATU KALA,… PEPATAH TUA YANG NANTI TERDENGAR LAGI , PENGINGAT YANG TERBELI TAK DAPAT KEMBALI

HANYA RATAP SUNYI…. HANYA DAPAT MENANGISI…. SI MIMPI ALAM LESTARI

IA KAN PERGI… DENGAN DERASNYA KOSAAN SI REKLAMASI….

 

ITU SUNGAI, ALIRANYA KAN TERHAMBAT MENGHAMPIRI MUARANYA…

TERBENDUNG DENGAN LAUT YANG MENINGGI KARENANYA

TERHIAS LAGI PULAU DEWATA… DENGAN CERITA…….

“”” TEMPAT TIDUR,…. KOLAM RENANG……. SAMBIL TERPIJAT,… NIKMATNYA DISANA””””

NAMUN SI WAJAH DEKIL KAN MASIH MERATAPNYA,.. BERSAMA ALAM YANG PERIH KARENANYA….

 

TERSAYU-SAYU LAGI DI PULAU, DENGAN RIBUAN PURA………….

PENUH AMBISI, PENUH TIRANI.. DAN TAK PEDULI….

DI UJUNG TANJUNG…., DALAMNYA TELUK BENOA… REKLAMASI TUAN MASIH MENGGEMA…

DENGAN CITA, KALAU BALI MASIH HANYA PULAU SORGA DUNIA BAGI DURJANA RAYA…..

BAGI KUASA SANG MANGKU NEGERI …………..

DAN BAGI UANG YANG ENTAH DARI MANA….

 

SAKRALNYA NYANYIAN BAGI DEWATA DI PULAU BALI INI…

AKAN HANYUT TERHEMPAS DENGAN BADAI REKLAMASI….

NYANYIAN YANG TERDENGAR TAK BEDA DENGAN RINTIHAN, BAGI CUCU KITA DENGAN WAJAH DEKILNYA ….

 

GUNUNG-GUNUNG TINGGI TELAH MENYAPA SI ALAM LESTARI …

NAMUN TERNYATA MASIH SEBUAH MIMPI……

SELATAN YANG TENGGELAM

DALAM PENATNYA TARIKAN KATA

SUARA TERLANTANG TELAH MENDERU-DERU SAMPAI KE ISTANA

HINGGA KINI, SI KUPING MENEBAL MENYEMBUNYIKAN TANGAN KIRINYA YANG GEMETAR

DAN TERGENGGAM DENGAN JEMARI CUKONG DURJANA RAYA.

 

SERU-SERUAN KAMI YANG MENOLAK,

MUNGKIN KAN MENAMBAH DAKI DI TELINGA.

NAFSU YANG BEGITU MENGGEBU DALAM MENIMBUN PULAU JADI BARU

TAK TERHIRAU KALA LAUT AKAN MENENGGELAMKAN ALAM SYAHDU

BALI, SUDUT SELATANMU TERKOYAK, DAN BALI PUN BERGOLAK………..

KAU KAH MENANGGUNG JAWAB ITU????????????????????!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

 

PEJUANG DIKATA HINA, MASIH MENGHUNUS PEDANG IDEALISMENYA

KITA LAWAN PEMAKSA DI STANA TINGGI DISANA

REKLAMASI KONON KAN MEMBER NASI,… DENGAN ALAM TERSAKITI?????

OOHHHH… SANGGUPKAN TUAN KAN MEMBER KALAU SAWAH PESISIR TELAH TERGERUSI ABRASI??????

 

SANG MENTARI AKAN MALU MELIHATNYA…

KALA SENJA DI KATULISTIWA…

ENGKAU TUAN KAN MENUA MUNGKIN KAN TAK MELIHATNYA

ANAK-ANAK BERNYANYI, DENGAN LAGU… TELAH RUSAK ALAMNYA….

 

REKLAMASI…. OHHH… REKLAMASI…

 

JALAN TERBANG BERDIRI DENGAN MANDARANYA…

MENUJU PRALINA DI JAGAT BALI

NONA…

Nona,….

Kemana dikau larikan sebagian nafasku

Dimana dikau letakkan separuh jiwaku

Sehingga waktu tak berdetak jika kau tak disisiku

 

 

Engkau laksana api yang membakar hatiku

Segala panas yang meresap di setiap relung jiwaku

Engkau adalah utama dari beribu hasratku

Sekuntum senyummu jadikan aku hidup

dan untuk abadikan kasihku,……

MENUNGGU JAWABAN

 

Kugantung samua angan

Melayangkannya bak angin malam

Detik-detik berjalan melantun sunyi

Aku diam menarik nafas terdalam

Pada sebuah jejak memori

Yang merantaiku dalam bisu nurani

Sayup apakah ini?

Mengalun lambat menerpaku

Panggilan sepi diantara wajah-wajah bermisteri

Sekuntum senyum dalam berjuta kata-kata basi

Aku tetap beku mencari makna

Ditengah dekapan wajahmu, senyummu

dan kata-katamu

Dalam menentukan hatiku