WABAH BARU ITU NAMANYA PHK

Tiba-tiba saja, seorang General Manajer di sebuah hotel terkenal mengontak saya, dengan lirih beliau berkata ” saya PHK…..,Pak Made, tolong dampingi saya”

Sontak saja saya merangkai pemikiran saya dengan keluhan beberapa teman-teman yang udah mulai kehilangan pekerjaannya walau tanpa status Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) ataupun unpaidleave.

Tanpa data yang resmi dari pemerintah memang PHK massal terlihat belumlah terjadi, tapi saya yakin jika pemerintah mengeluarkan data yang resmi dan faktual,… datanya akan menjadi sangat mengerikan!!?????

Sebelumnya mari kita telisik keadaan para pekerja yang diunpaidleave akibat berhentinya operasional industri pariwisata di Bali. Di daerah Badung atau daerah-daerah yang tergantung pada pariwisata di mana suami dan istri ternyata sama-sama diunpaidleave, seketika itu juga sudah tidak ada pemasukan keuangan. Akan tetapi mereka masih ditunjuk dengan cicilan-cicilan, hutang, tuntutan-tuntutan pengeluaran-pengeluaran bulanan, dan tuntutan kebutuhan perut rumah tangga. Artinya nya dalam situasi demikian masalah sandang dan pangan saja masyarakat sudah keteteran. Mereka berusaha untuk berinovasi dengan berjualan di jalan raya ada juga yang mengubah profesi mereka menjadi tukang, buruh yang penting mendapat pekerjaan, tapi sebagian besar mereka menjadi pengganguran.

Sementara yang terlihat kemudian,…

Ternyata respon pemerintah adalah melarang mereka berjualan di pinggir jalan atau membiarkan masyarakat berinovasi sendiri tanpa tuntunan tanpa pernah memberikan solusi tepat di mana orang-orang yang unpaidleave dan yang tidak lagi dapat pemasukan ini untuk bekerja.

Kini setelah proses unpaidleave itu terjadi, mulailah daya tahan industri pariwisata mulai menghilang. Imun-imun industri pariwisata yang selama ini masih ada berupa tabungan-tabungan dari hasil usaha sebelumnya telah terkuras habis selama beberapa bulan setelah ditutupnya industri pariwisata ini. Dan ketika mereka dituntut untuk operasional, gaji karyawan dan biaya-biaya lainnya maka jalan PHK menjadi jalan yang harus ditempuh dan tidak dapat dihindari.

Masalahnya kemudian adalah dengan PHK karyawan yang begitu banyaknya, perusahaan juga berfikir untuk membayar pesangon yang jumlahnya juga akan sangat besar. Sehingga dalam situasi demikian perusahaan akan berusaha bernegosiasi dengan karyawannya atau menunggu jalur hubungan industrial yang ditentukan undang-undang.

Maka saya yakin setelah PHK ini, dinas ketenagakerjaan dan pengadilan hubungan industrial akan sesak ramai dengan pengaduan dan gugatan.

Sayangnya akibat wabah korona ini khususnya dalam ketenagaan kerjaan pemerintah seolah menyerah begitu saja dengan keadaan dan secara tidak langsung dan diam-diam memberlakukan heath immunity kepada rakyatnya dalam kesehatan, termasuk juga “health immunity” di dalam bidang ketenagakerjaan dan penghasilan.

Dalam keadaan yang demikian maka selanjutnya wabah yang mengerikan selain virus Corona adalah PHK. Anda tentu dapat membayangkan akibat dari PHK yang massal seperti ini. Akibatnya yang menakutkan berasal dari kebutuhan yang tidak terpenuhi dan bagaimana orang berusaha untuk mencari penghidupan tapi seolah menemukan jalan buntu karena tidak adanya solusi.

Dalam situasi seperti ini dan sekarang ini tugas masyarakat hanyalah satu yaitu memenuhi kebutuhan perut saja. Yang lainnya adalah tugas pemerintah… Hmmm. Menurut saya demikian..

Bagi saya… Untuk mengantisipasi kengerian yang akan terjadi, masih dapat dilakukan dengan beberapa cara :

pertama yang harus dilakukan oleh orang jawaban angka 700 miliar yang dipergunakan untuk penanganan covid 19, lalu kalaupun ada sisa pergunakan itu untuk membuat kantong kantong perdagangan antar masyarakat atau infeksi-infeksi pasar atau pasar murah pada setiap Banjar. Selanjutnya nya biaya biaya perjalanan dinas dikurangi tapi ubah menjadi biaya-biaya untuk penyerapan tenaga kerja yang bersifat massal.

Perbanyak pelatihan-pelatihan agar tumbuh kreativitas di dalam masyarakat, baik dalam sistem pertanian, home garden, marketing digital dan upaya-upaya yang lain yang tentunya dengan protokol kesehatan dan status new normal serta menerapkan status kekinian dengan era masa datang yaitu perdagangan dalam industri 4.0.

Kurangi juga tindakan-tindakan represif, apalagi yang terkait dengan wabah Corona ini hentikan tindakan karena kebencian, menakut-nakuti orang dan memenjarakan orang. Begitu juga dalam ranah pemerintah hati-hati sekali mempergunakan kewenangannya yang bersifat represif apa lagi diisi dengan rasa ego atau kebencian dan kepentingan, sebab kewenangan yang terhormat yang dicampur dengan rasa ego tanpa disadari akan berubah menjadi kesewenang-wenangan.

Untuk itu saya melihat wabah PHK masih bisa diantisipasi. Jangan ragu dan penuh kepastian dan lakukan segera…

Bahwa korban akan wabah baru yang namanya PHK ini akan mampu kita hadapi bersama jika penuh keberpihakan kepada masyarakat, dengan penerapan kebijakan publik dari pemerintah dan penerapan hukum yang bijaksana dari aparat penegak hukum.