Sudahkan kita tidak menularkan kekacauan?

Sahabat,
Aku bertemu keluarga yang sedang menunggu ayahnya di sebuah RS
Selentingan ia bercerita kalau ada orang yang positif Covid 19 tapi sudah dipulangkan walau masih positif.

Dengan kebutuhan pengetahuan yang ada, saya pun memberanikan diri menelpon RS itu, yang diarahkan pada penjaga ruang isolasi tempat pasien yang pulang itu.

Dengan penuh hormat, tutur laki-laki petugas kesehatan itu sungguh sopan dan bersahabat. Menjelaskan dengan tanpa ragu bahwa memang pasien tersebut pulang walaupun masih positif Covid 19.
Sebab menurutnya ada aturan baru dari menteri kesehatan dimana penanganannya sudah tidak seperti dulu lagi.

Covid 19 TELAH TERTANGANI seperti FLU kawan…!!!!!!

Ini sudah health immunity

Tidak ada ARAK dirumah sakit yang itu yang konon DIKATAKAN bisa menyembuhkan.

Penjaga pasien dan keluarganya pun sudah tidak di-tracking…

Mereka sudah dibebaskan untuk berkomunikasi,…
Asal mereka TANPA GEJALA.

SIAPA YANG KENA COVID 19, ?? selanjutnya mungkin anda tidak akan dibayari pemerintah lagi.

Sejenak saya merenung lagi…
Kekacauan dari bulan Maret lalu, ternyata sia-sia belaka..

Jalan raya disemprot..
Pecalang jaga siang malam..
Kita takut bertemu dengan saudara sendiri
Kawinan dibubarkan
Orang protes diborgol
Orang ngaben dipidana
Mau upacara Melasti sampai harus minta maaf
Nyepi di rumah sampai Doble.
Nutup jalan dimana-mana
Perusahaan sampai harus bayar lembur
Hotel, mall, semuanya akhirnya pada tutup
Karyawan unpaidleave
Yang simpati kirim bantuan kemana-mana
Jual telur pakai mobil untuk menyambung makan dilarang
Orang luar kabupaten tidak boleh masuk ke kabupaten lain karena pspb ala daerah
Adat diminta menebar sanksi
Tidak boleh seminar, sarasehan apalagi demo
Yang kumpul di depan umum dibubarkan.
Penghasilan pekerja pariwisata harus hilang bahkan menjadi tidak bisa makan
Kredit tidak bisa dibayar,
Relaksasi perbankan tapi bayar seperempat bunganya saja ga bisa, akhirnya BPR akan main lelang saja.
Terlalu mudahnya melaporkan pidana karena harga diri
Kantor-kantor tutup pelayanan terganggu
Upacara agama dibatasi
Rakyat menyalahkan pejabat, pejabat menyalahkan rakyat.
Petugas kesehatan sampai ektra tidak tidur
Ibu kehilangan bayi karena menunggu rapid test

Sekolah tutup.

Rapid test akhirnya bayar yang susah bagi yang miskin

Dan apalagi kawan.. banyak sekali kalau kekacauan yang telah terjadi yang timbul karena kekacauan pikiran yang ada.

Kini ternyata pikiran kacau itu masih ada. Marilah kita merenung sejenak dan hilangkan kepentingan pribadi dan golongan yang ada. Sudahkah kita tidak menularkan kekacauan kepada orang lain?

Pos ini dipublikasikan di Tidak Dikategorikan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s