Penyimpangan/melanggar Hukum ; Teori, Aspek Sosio Psikologis dan Faktor Yang Mempengaruhinya

 

Prilaku menyimpang atau melanggar hukum, dalam ruang lingkup studi psikologi khusus merupakan bagian psikologi abnormal, dan didalam berbagai jenis prilaku abnormal terdapat prilaku yang menyimpang yang merupakan pelanggaran norma atau kaedah hukum. Diantara prilaku menyimpang , ada yang tercetus karena kondisi kejiwaan yang menderitas kelainan, penyakit jiwa, dan lainnya dimana secara lahiriah nampak sehat.

Tapi terkadang ada juga karena dorongan kejiwaan dapat juga mlakukan penyimpangan terhadap kaedah hukum seperti : leptomani, sex-maniacdan lainnya.diamping itu pila ada prilaku menyimpang yang didasarkan atas tumbuhnya keputusan untuk melakukan pelanggaran hukum sekalipun ia tidak menderita kelainan jiwa dan hal ini sangat erat hubungannya dengna aspek-aspek sosiso psikologisnya (lingkungannya) yang disebut dengan kejahatan.

 

a. TEORI-TEORI TENTANG PENYIMPANGAN / MELANGGAR HUKUM

 

1. Teori individual Motivastion dari Brendal Russel

Dalam bukunya yng berjudul “ political Ideals” mengemukakan mengenai dorongan-dorongan yang terdapat dalam diti indiividu dihubungkan dengan benda-benda yang ada di sekelilingnya, bahwa ada dua mcam dorongan yaitu

  1. Dorongan Posesip yaitu yang mengarah untuk memperoleh dan mempertahankan benda-benda pribadi yang tidak dapat dauibagikan pada orang lain dan ini bersumber pada pada dorongan untuk memiliki, menguasai dan yang serupa.
  2. Dorongan kreatif atau konstruktif yaitu yang mengarah pad pembawaan atau penyidiaan kepada dunia, atau menyediakan untuk menyediakan untuk digunakan macam-maccam benda dalam mana tidak terdapat sifat yang melekat secara pribadi dan posesip.

2. Teori Dffrental Associaltion dari E. H Sutherland.

Inti pokok dari teori ini adalah

  1. perbedaan asosiasi cenderung membentuk perbedaan kepribadian manusia dalam pergaulan kelompoknya. Dengan kata lain bahwa asosisi yang tertib akan mewarnai kepribadian individunya untuk mentaati hukum, sebalikya assosiasi yang tidak tertib akan berpengaruh terhadap kepribadian individunya untuk menyetujui pelanggaran atau menyimpang dari undng-undang.
  2. Seseorang melakukan pelanggaran hukum karena pergaulan kelompoknya individu lebih menyetujui pelanggaran hukum daripada perbuatan mentaati hukum.
  3. Sikap menyetujui atau memilih salah satu pola prilaku tertentu dalam assosiasi yang berbeda adalah melalui proses belajar pada pergaulannya yang paling intim, malalui komunikasi langsung, yang berubungan dengan sering lama mesra dan prioritas pada pola prilaku kelompok atau individu yang diidentifisir menjadi prilaku miliknya.

3. Teori Social alienation dari C.R. Jeffery.

Teori ini memadukan konsep psikologi dengan sosiologi , diman latar belakang dari penjahat yang demikian akan sesalu mempunyai cirri sebagai berikut :

  1. Secara emosional selalu merasa emosional dan terasing.
  2. Tidak mempunyai pengakuan sebagai anggota dalam kelompok primer.
  3. Merasa tidak aman, punya sikap bermusuhan dan agresif.
  4. Tidak ada perasaan kasih, tidak perlu atau tidak peduli.
  5. Tidak memiliki perasaan yang tepat.

 

Selanjutnya Jeffrery membedakan tiga tipe social alienation yaitu :

  1. Individual alienation, yaitu keterasingan seseorang dari hubungan antar manusia.
  2. Group alienation yaitu kelompok dimana sesorang menjadi anggota, terisolasi dari lingkungan yang lebih luas.
  3. Legal Alienation yaitu pembedaan yang diadakan oleh hukum.

 

Selanjutnya Sorjono Soekanto menyatakan bahw a Jeffery dapat mengungkapkan dalam teorinya tersebut dalam hal-hal sebagai berikut:

  1. dapat mengungkapkan sebab seseorang dalam hidup dalam lingkungan penjahat.
  2. seseorang mungkin menjadi penjahat walaupun latar belakangnya bersih.
  3. pola prilaku jahat pertama muncul dari lingkungan-lingkungan  yang ditandai dengan hubungan-hubungan impersonal.

 

b. ASPEK-ASPEK SOSIO PSIKOLOGIS YANG MEMPENGARUHI PENYIMPANGAN MELANGGAR HUKUM

 

Berdasarkan berat ringannya tingkash laku yang menyimpang atau melanggar hukum terdiri dari :

a. Neurosis ( kekacauan mental, gangguan mental )

addapun gejalanya adalah :

  1. kondisi cemas dan labil yang tidak menentubersuber dari adanya konflik dan perasaan rendah diri
  2. mudah tersinggung dan pekla perasaannya.
  3. Kesadaran diri yang meningkat yang cenderung menjadi egosentris.
  4. selalu mengharap bantuan orang lain.
  5. Keluhan dari somatisny asering mengganggu fisik seperti rasa lelah.
  6. tegang rasanya, tidak pernah merasa puas atau bahagia dan pesimis

 

Dan menurut Soerjona Soenkanto adalah

  1. Kekhawatiran, selalu ada easa tegang dan panic
  2. Phobia
  3. Depresi
  4. Obsesi
  5. Neurastenia
  6. Histeria

 

b. Psikosis, Struktur dan proses-proses somato psikis pada individu bercorak pathologis          Pengturan diri dan penyesuaian dengan lingkungan yang nyata tidak dpt berlangsung wajar.

 

 

Gejala umumnya adlah :

  1. kontak yang realistis terganggu.
  2. Keluhan Somatic serta diselingi halusinasi
  3. sering diselingi orientasi dengan lingkungan
  4. tingkah lakunya sering membahayakan lingkungan.
  5. terhadap penderita sering diperlukan perawatan khusus.

 

Sedangkan menurut Soedjono psikis merupakan suatu gejala dimana terjadi “ denial of major aspect of reality’’ dengan gejala sebagai berikut :

  1. Reaksi Schizophrenic
  2. Reaksi Paranoid
  3. Reaksi Efektif

 

c. Psikopat

adalah bentuk kekalutan mntal yang ditandai dengan adanya pengorganisasian dan pengintegrasian pribadi.

Gejala Psikopat adalah :

  1. Reaksi Anti Sosial

Dengan cirri utamanya adalah bahwa orang tersebut hamper-hampir tidak empunyai moral, sehingga selalu berurusan dengan hukum.

  1. Reaksi Dissosial., seseorang yang selalu berurusan dengan hukum karena kekurangan dalam latar belakang kehidupannya.Kekurangan tersebut misalnya ;
  1. yang bersangkutan dibesarkan dalam suatu lingkungan yang menganggap yang berhasil berbuat jahat adlah prestasi.
  2. Yang bersangkuatn dibesarkan dlam norma yang bertentangan dengan norma-norma yang berlaku hukum.
  3. Latar Belakang Keluarga yang tidak baik.

 

c. Deviasi Sosial, yaitu prikelakuan seksual yang meniyimpang yang dilakukan oleh orng-orng tertentu.

d. Addiction, merupakan psikologis bagi merukayang tergantung dengan alcohol dan obat-obatan.

 

c. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYIMPANGAN/ MELANGGAR HUKUM

 

Prilaku menyimpang yang merupakan pelanggaran terhadap norma atau kaedah hukum dapat terjadi karena factor kelainan jiwa ataupun bukan karena sakit jiwa tetapi juga karena adanya pilhan dengan kesadaran untuk melanggar hukum

Disamping hal itu ada beberapa fakto lain yaitu :

  1. Derajat usia kecerdasan atau Test IQ dima IQ dapat digunakan sarana mempelajari prilaku menyimpang.
  2. Usia seseorang dan hubugannya dengan perbuatan mekanggar hukum yang memanfaatkan psikologi perkembangan.
  3. Jenis kelamin dan hubungannya dengan prilaku melanggar hukum.
  4. Keterlambatan pertumbuhan dewasa
  5. dan factor psikologis yang dapat digunakan untuk mengkaji sejauh mana terjalin korelasi antara factor osikologis dengan prilaku pelanggar hukum.

 

Dalam proses menciptakan, memlihara dan mempertahankan ketertiban dan ketentraman, ada beberapa hal yang berpengaruh dan menentukan taraf ketaatan atau penyimpanganterhadap kaedah hukum. Unsur-unsur tersebut adalah :

 

  1. Masalah normal dan Abnormal.

Pengertian atau pandangan normal dan abnormal pada umumnya ada 4 hal yaitu :

–          dipandang dari segi pathologis, bahwa seseorang tersebut normal apabila terbebas dari gejal kepenyakitan.

–          Dipandang dari segi statistic yaitu apabila dibawah atau diatas rata-rata dianggap tidak nomar

  1. Masalah penyesuaian diri
  2. Msalah kesehatan Mental.

4 responses to “Penyimpangan/melanggar Hukum ; Teori, Aspek Sosio Psikologis dan Faktor Yang Mempengaruhinya

  1. teruskan.. !
    cuma kalau memang mau berbagi, sumber (refrensi) perlu ditampilkan dengan lengkap sehingga pembaca bisa menelusurinya lebih lanjut.. (sekaligus memenuhi etika ilmiah).. Lanjutkan.. lebih cepat lebih baik.. Merdekaaaa…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s